Dari Return ke Impact: Modal Global Beralih ke AI, Teknologi Hijau, dan Ekonomi Digital di Asia

SUARA PUBLIK NASIONAL

- Redaksi

Senin, 23 Maret 2026 - 18:43 WIB

50124 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Singapore – Pergeseran cara pandang terhadap kekayaan dan investasi global menjadi sorotan utama dalam Wealth Forum yang diselenggarakan di Singapore. Dalam forum tersebut, pelaku industri dan investor global membahas bagaimana capital tidak lagi hanya berfokus pada return, tetapi juga pada dampak jangka panjang terhadap ekonomi dan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Erlin Veronica Hartanto, President Director WGS Group menekankan bahwa saat ini terjadi pergeseran signifikan dari capital preservation menuju capital with purpose. Menurutnya, investor, khususnya dari kalangan ultra high net worth dan family offices, semakin aktif mengalokasikan modal ke sektor-sektor transformasional seperti kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, serta teknologi hijau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Capital hari ini harus mampu menciptakan nilai yang lebih luas – tidak hanya secara finansial, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi,” ujar Erlin Veronica Hartanto di Singapura, Senin (23/3/2026).

Asia dinilai menjadi kawasan yang paling strategis dalam tren ini. Dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, adopsi teknologi yang cepat, serta basis konsumen yang besar, Asia menawarkan peluang besar bagi investasi yang scalable dan berdampak. Sektor seperti e-commerce, digital infrastructure, serta green energy menjadi pendorong utama transformasi tersebut.

Lebih lanjut, Erlin Veronica Hartanto juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis ekosistem dalam investasi. Menurutnya, investor tidak lagi hanya berfokus pada satu entitas bisnis, tetapi membangun jaringan usaha yang saling terintegrasi, mulai dari teknologi, distribusi, hingga akses pasar untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Pendekatan ecosystem-driven memungkinkan capital untuk bekerja lebih efektif, mempercepat pertumbuhan, sekaligus mengurangi risiko dalam jangka panjang,” tambahnya.

Selain itu, aspek keberlanjutan juga menjadi bagian penting dalam strategi investasi modern. Pemanfaatan teknologi, termasuk AI dan digital platforms, dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat supply chain, serta membantu perusahaan lebih adaptif terhadap perubahan global.

Forum ini juga menegaskan bahwa masa depan wealth tidak lagi hanya tentang akumulasi aset, tetapi tentang bagaimana capital dapat digunakan sebagai alat untuk menciptakan dampak nyata. Investasi yang mengedepankan inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat akan menjadi kunci dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif dan resilient.

Dengan dinamika global yang terus berkembang, peran investor dalam mengarahkan capital ke sektor-sektor strategis akan semakin menentukan arah pertumbuhan ekonomi regional, khususnya di Asia.

Berita Terkait

Profesor Sutan Nasomal Dukung BPJPH: Label Halal Wajib Dicantumkan, Pelaku Usaha Jangan Abaikan Aturan
Kepala BNN dan Jajaran Di Apresiasi, Ringkus Gembong Narkoba Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Aktivis Nasional Kombes Reza Chairul Sosok Tepat Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara
Usai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI Disorot
Usai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI Disorot
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal: Sertifikasi Wartawan Tidak Terbatas UKW, BNSP Diakui Negara
Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau Semua Organisasi Pers Melaksanakan Sertifikasi Profesi Wartawan
FPII Kecam Keras Pelabelan “Londo Ireng, Kasihhati : Itu Serangan Terbuka Terhadap Martabat Insan Pers Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:26 WIB

Surat Wali Kota,Untuk CV.Lae Saga,Dianggap Angin Lalu

Selasa, 4 Agustus 2026 - 03:45 WIB

Ingkari Kesepakatan, CV Lae Saga Kembali Tuai Protes: Warga Minta APH Bongkar Legalitas HGU dan Warkah Perolehan Lahan

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:03 WIB

Syahbudin Padang Kecam Sikap Tidak Profesional, Masyarakat Minta APH Telusuri Dugaan Permasalahan Proyek APBN

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:06 WIB

Tergugat Siapkan Tujuh Saksi dalam Sengketa Kebun Lae Saga, Mampukah Perkuat Dalil di Persidangan?

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:57 WIB

“Rp800 Ribu per KK Dipalak! Skema Pungli JADUP Siperkas Diduga Terstruktur, Aparat Didesak Bertindak

Berita Terbaru