Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

SUARA PUBLIK NASIONAL

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 17:50 WIB

5029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLANGKEJEREN — Potret buram pengelolaan anggaran di Kabupaten Gayo Lues kembali memicu kecaman keras dari elemen masyarakat. Di tengah badai krisis fiskal akibat kewajiban gagal bayar proyek daerah yang meroket hingga puluhan miliar rupiah, kas daerah justru diduga dibobol secara halus melalui skandal kelebihan pembayaran honorarium Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) di Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK).

Kondisi centang-perenang ini memantik reaksi keras dari DPD Lembaga Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Gayo Lues. Ketua DPD LIRA Gayo Lues, M. Purba, SH, secara resmi meminta Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kepolisian maupun Kejaksaan, untuk segera melakukan penyelidikan (lidik) secara pidana tanpa perlu menunggu drama pemulihan administrasi yang bertele-tele.

Berdasarkan dokumen audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh, ditemukan adanya indikasi kuat [salah penganggaran belanja honorarium] TPK yang nilainya melonjak drastis di atas Standar Harga Satuan (SHS) yang legal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Praktik mempertebal kantong pejabat di lingkungan BPKK ini dinilai LIRA sebagai bentuk kejahatan birokrasi yang terstruktur.

“Ini bukan sekadar salah ketik atau kelalaian administratif. Ini adalah pembobolan kas daerah berselubung regulasi internal. Saat rakyat dan rekanan kontraktor menjerit karena haknya gagal dibayar, para pejabat di dalam BPKK justru asyik menikmati kelebihan bayar honorarium,” ketus M. Purba, SH.

LIRA menegaskan, dalih pengembalian kerugian negara ke kas daerah dalam tenggat waktu 60 hari tidak boleh menghapus unsur pidana korupsi jika terbukti ada kesengajaan memanipulasi SHS demi memperkaya kelompok tertentu.

Skandal di BPKK ini bagaikan puncak gunung es dari buruknya tata kelola keuangan daerah. Berdasarkan data investigasi LIRA, temuan kelebihan pembayaran di Gayo Lues bukanlah barang baru melainkan modus klasik yang terus berulang.

Selain honorarium TPK di BPKK, audit BPK teranyar turut menguliti berbagai kebocoran anggaran di pos lain, di antaranya:
• Kelebihan pembayaran [dana BOSP untuk ASN] senilai Rp193 juta.
• Kelebihan bayar [perjalanan dinas) yang tidak sesuai dengan bukti riil di lapangan senilai ratusan juta rupiah.

• Dugaan pengondisian serupa pada penganggaran belanja honorarium di empat SKPK lainnya di lingkungan Pemkab Gayo Lues.

“Ini membuktikan adanya kelemahan sistemik yang sengaja dipelihara. Uang rakyat terus-menerus menguap lewat jalur perjalanan dinas fiktif, BOSP, hingga honorarium ,” tambah Purba.

Kini, publik Gayo Lues mengarahkan pandangannya kepada APH baik Provinsi dan Kabupaten. Temuan otentik dari BPK RI dipandang sudah lebih dari cukup untuk menjadi pintu masuk (novum) bagi APH untuk memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang bertanggung jawab di BPKK.

M. Purba mendesak agar penyelidikan ini berjalan transparan dan tanpa pandang bulu. ”

Apakah hukum akan bertaji menghadapi pembobol kas daerah ini, atau kasus ini kembali menguap dan selesai hanya dengan surat komitmen di atas meterai?” pungkasnya.(TIM)

Berita Terkait

Pedagang Kecewa Berat, Diberi Janji Relokasi 5 Hari Namun Lapak Langsung Dibongkar Satpol PP di Gayo Lues
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
Kebakaran Dahsyat Hanguskan 18 Rumah di Telege Jernih Gayo Lues Akibat Rumah Kayu Berderet Rapat, Seorang Petugas Damkar Terjatuh dari Mobil Saat Berjibaku Padamkan Api
Warga Kampung Pepelah Hadiri Wasbang dan Bela Negara di Posko TMMD
BPK Temukan Kejanggalan Serius Pada Proyek Pagar Sekolah Dasar Negeri di Blangkejeren Gayo Lues Yang Dikerjakan Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis Dalam Dokumen Kontrak
DPRK Gayo Lues Ibnu Hasyim Usulkan Penanganan Sungai Teripe di Rikit Gaib dan Pantan Cuaca Dilakukan Secara Komprehensif dengan Dukungan Anggaran Memadai
Empat Juta Bibit Kopi GERETEK Mengendap, Abdussalam Desak Distanbun Gayo Lues Buka Data Jangan Gantung Janji Petani
Jembatan Gantung Desa Pasir Gayo Lues Putus Dibiarkan Berbulan-bulan, Jenazah Terpaksa Diseberangkan Pakai Perahu Karet Lawan Arus Banjir

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:52 WIB

Menuju Pemilihan PWI Sumut 2026-2031: Farianda Siap Lengkapi Syarat Pendaftaran

Rabu, 4 November 2026 - 10:38 WIB

Ketulusan di Tengah Warga: Dapur Umum DPC GRIB Jaya Medan Terus Alirkan Hangatnya Kepedulian dan Gizi Sehat untuk Sesama

Selasa, 3 November 2026 - 15:05 WIB

Evaluasi dan Penguatan Tugas dan Fungsi Pengamanan Rutan Tanjung Pura Ikuti Zoom Meeting bersama Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas

Selasa, 3 November 2026 - 01:43 WIB

Bapas Kelas I Medan Lakukan Pengawasan Klien Pemasyarakatan dalam Program Ketahanan Pangan

Senin, 2 November 2026 - 14:06 WIB

IJTI Pengda Sumut Bakal Gelar Musda ke-VI, Tuti Alawiyah Lubis Maju Sebagai Calon Ketua Periode 2026/2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:59 WIB

Sinergi Cegah Banjir, Rutan Kabanjahe Bersama Kelurahan Kampung Dalam Gelar Kerja Bakti Pembersihan Drainase

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Sukses Kelola Pertanian, Peternakan hingga Maggot, Rutan Tanjung Pura Perkuat Program Ketahanan Pangan Pemasyarakatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:21 WIB

Viktor Silaen Hadir Dampingi Ketua DPD Partai Golkar Sumut di Musda XI Golkar Tanjungbalai, Serukan Solidaritas Dan Konsolidasi

Berita Terbaru

REGIONAL

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:38 WIB