Jembatan Gantung Desa Pasir Gayo Lues Putus Dibiarkan Berbulan-bulan, Jenazah Terpaksa Diseberangkan Pakai Perahu Karet Lawan Arus Banjir

SUARA PUBLIK NASIONAL

- Redaksi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:07 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses vital warga Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, putus diterjang banjir dan dibiarkan tanpa penanganan. Akibatnya, warga terpaksa menyeberangkan jenazah dengan perahu karet di tengah arus sungai yang meluap.

Peristiwa memilukan itu terekam dalam video kiriman warga pada Jumat, 31 Oktober 2026, dikutip dari video warga dan tautan Facebook Reel. Dalam rekaman tersebut, belasan warga terlihat menggotong keranda yang dibungkus kain batik, berjalan menembus banjir setinggi dada orang dewasa menuju pemakaman umum Kampung Pasir yang berada di seberang sungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena jembatan gantung putus, jenazah harus dipindahkan ke atas perahu karet oranye yang kemudian ditarik manual menggunakan tali oleh warga yang berendam dan berenang melawan arus keruh berwarna cokelat. Tidak ada jembatan darurat, tidak ada perahu bermotor, hanya tenaga manusia yang dipertaruhkan.

Fakta ini menegaskan kelambanan penanganan yang tidak bisa lagi ditutupi. Jembatan gantung di Desa Pasir itu bukan putus hari ini. Warga menyebut jembatan tersebut telah putus sejak banjir besar melanda kawasan Tripe Jaya beberapa waktu lalu dan hingga 31 Oktober 2026 tidak ada satu pun langkah permanen yang dilakukan.

Di sinilah kritik keras harus diarahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana. BNPB sebagai lembaga yang memiliki anggaran besar, personel, dan kewenangan untuk penanganan darurat, dinilai gagal hadir cepat di Gayo Lues. Ke mana peringatan dini, ke mana jembatan bailey, ke mana jembatan gantung darurat yang seharusnya bisa dipasang dalam hitungan hari? Yang sampai di Desa Pasir hanya satu perahu karet bantuan dari pemerintah daerah yang harus didorong belasan orang.

Pola penanganan BNPB yang lamban dan birokratis kembali terulang. Bencana diumumkan, status tanggap darurat ditetapkan, konferensi pers digelar di Jakarta, tetapi di lapangan warga Desa Pasir harus berjuang sendiri untuk menguburkan jenazah. Ini bukan soal medan yang sulit, ini soal prioritas yang salah. Jika untuk membangun jembatan gantung darurat sepanjang puluhan meter saja butuh waktu berminggu-minggu, lalu untuk apa BNPB ada?

Warga Tripe Jaya kini tidak hanya kehilangan akses, mereka kehilangan rasa aman. Anak sekolah, ibu hamil, petani yang membawa hasil panen, semua harus mempertaruhkan nyawa setiap hari menyeberang sungai yang sama. Dan pada 31 Oktober 2026, bahkan orang yang sudah meninggal pun harus ikut merasakan lambannya negara.

Warga menyampaikan pesan yang menyayat hati, semoga jenazah berikutnya sudah ada alat penyeberangan. Pesan itu seharusnya menjadi tamparan keras bagi BNPB dan pemerintah pusat. Jangan biarkan Desa Pasir terus terisolasi hanya karena jembatan gantung yang tak kunjung diperbaiki.

(RED)

 

Berita Terkait

Empat Juta Bibit Kopi GERETEK Mengendap, Abdussalam Desak Distanbun Gayo Lues Buka Data Jangan Gantung Janji Petani
Sudah Hampir Setahun Pasca Bencana BNPB Pusat Belum Bayarkan Sewa Alat Ke Pengusaha Lokal di Gayo Lues
Tim Wasev Kunjungi Lokasi TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0113/Gayo Lues
Terpilih Secara Aklamasi, Deddy Yopiansyah Siap Kibarkan Panji Golkar Hingga Pelosok Kampung di Gayo Lues
Satreskrim Polres Gayo Lues Tangkap Terduga Pelaku Penimbunan BBM Bersubsidi
Plafon Ruang Bayi RSUMAK Gayo Lues Ambruk Sore Ini Saat Hujan Lebat, Mutu Bangunan Dipertanyakan
Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK
Ketua DPRK H. Ali Husin dan Anggota Dewan Dengarkan Aspirasi PPPK Paruh Waktu: Fokus pada Status Kepegawaian, Gaji, serta Kepastian Kelanjutan Kontrak Kerja

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Empat Juta Bibit Kopi GERETEK Mengendap, Abdussalam Desak Distanbun Gayo Lues Buka Data Jangan Gantung Janji Petani

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Jembatan Gantung Desa Pasir Gayo Lues Putus Dibiarkan Berbulan-bulan, Jenazah Terpaksa Diseberangkan Pakai Perahu Karet Lawan Arus Banjir

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Tim Wasev Kunjungi Lokasi TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0113/Gayo Lues

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Terpilih Secara Aklamasi, Deddy Yopiansyah Siap Kibarkan Panji Golkar Hingga Pelosok Kampung di Gayo Lues

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Satreskrim Polres Gayo Lues Tangkap Terduga Pelaku Penimbunan BBM Bersubsidi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Plafon Ruang Bayi RSUMAK Gayo Lues Ambruk Sore Ini Saat Hujan Lebat, Mutu Bangunan Dipertanyakan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Ketua DPRK H. Ali Husin dan Anggota Dewan Dengarkan Aspirasi PPPK Paruh Waktu: Fokus pada Status Kepegawaian, Gaji, serta Kepastian Kelanjutan Kontrak Kerja

Berita Terbaru