Cerobong PT Hopson Kembali Hitamkan Langit Gayo Lues, Publik Desak Aparat Jangan Hanya Diam

SUARA PUBLIK NASIONAL

- Redaksi

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:27 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | PT Hopson Aceh Industri kembali disebut menjalankan aktivitas produksi di Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, Minggu, 24 Mei 2026. Di tengah status pembekuan operasional yang telah diumumkan pemerintah, asap dari cerobong pabrik kembali terlihat membumbung di siang hari, sementara suara mesin terdengar bekerja tanpa rasa gentar. Pemandangan itu kini memunculkan kritik keras dari masyarakat yang menilai aparat dan lembaga pengawasan gagal menunjukkan ketegasan di lapangan.

Bagi warga, peristiwa ini bukan lagi sekadar persoalan administratif. Yang dipertanyakan kini adalah keberanian aparat dalam menegakkan keputusan yang telah dibuat sendiri oleh negara. Sebab ketika perusahaan yang sudah dibekukan masih diduga dapat beroperasi secara terbuka, publik melihat ada ketidaktegasan yang sulit dibantah.

Kritik paling tajam mengarah pada lemahnya tindakan lapangan. Masyarakat menilai aparat terlalu banyak berbicara dalam rapat dan pernyataan resmi, tetapi minim langkah nyata ketika aturan dilanggar secara terang-terangan. Keputusan pembekuan yang semestinya menjadi peringatan keras justru terlihat tidak memiliki daya tekan. Di mata warga, keadaan ini memunculkan kesan bahwa aparat seperti tidak bernyali menghadapi perusahaan yang sudah berkali-kali menjadi perhatian publik.

Ketua Lumbung Informasi Rakyat Gayo Lues, M. Purba, S.H., mengatakan kondisi tersebut dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. Menurut dia, jika dugaan aktivitas produksi benar masih berlangsung setelah adanya keputusan penghentian operasional, maka publik tentu akan mempertanyakan keseriusan pengawasan yang dilakukan pemerintah dan aparat terkait. “Kalau aturan sudah jelas tetapi pelaksanaannya di lapangan terlihat lemah, wajar kalau masyarakat kecewa dan mempertanyakan keberanian penegakan hukumnya,” ujarnya.

Di lapangan, masyarakat mengaku tidak melihat pengawasan ketat yang mampu memastikan penghentian aktivitas berjalan efektif. Tidak tampak langkah terbuka yang benar-benar memberi pesan bahwa keputusan pemerintah harus dipatuhi. Akibatnya, muncul kesan bahwa perusahaan lebih percaya diri dibanding aparat yang seharusnya mengawasi dan menindak.

Situasi ini menjadi tamparan keras bagi institusi penegak hukum dan pengawas lingkungan. Sebab dugaan aktivitas PT Hopson berlangsung bukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan di siang hari dan diketahui masyarakat luas. Ketika kondisi seperti itu terus terjadi tanpa tindakan yang terlihat jelas, publik mulai menilai aparat kehilangan wibawa dan keberanian dalam menghadapi pelanggaran yang terjadi di depan mata.

Keresahan warga sekitar pun terus membesar. Keluhan mengenai bau menyengat, kekhawatiran terhadap kondisi air, hingga ancaman terhadap lahan pertanian kembali terdengar dari masyarakat sekitar kawasan pabrik. Namun di tengah keresahan itu, warga justru menyaksikan aktivitas industri diduga tetap berjalan. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat merasa suara mereka tidak cukup kuat untuk didengar dibanding kepentingan perusahaan besar.

Yang paling berbahaya dari situasi ini adalah rusaknya kepercayaan publik terhadap hukum. Ketika keputusan resmi pemerintah dapat terlihat lemah di lapangan, masyarakat mulai memandang bahwa aturan hanya tegas kepada rakyat kecil, tetapi melemah saat berhadapan dengan korporasi yang memiliki kekuatan modal. Persepsi seperti ini perlahan menggerus kewibawaan negara sendiri.

Kini masyarakat Gayo Lues menunggu apakah aparat akan tetap diam atau mulai menunjukkan keberanian yang sesungguhnya. Sebab jika dugaan operasional PT Hopson terus berlangsung tanpa langkah nyata, maka publik akan semakin yakin bahwa masalah terbesar dalam kasus ini bukan hanya soal perusahaan yang membandel, tetapi juga soal aparat yang dianggap tidak cukup bernyali menegakkan keputusan yang sudah dibuat di depan rakyatnya sendiri. (TIM)

Berita Terkait

Sanksi Administratif Tak Digubris, PT Hopson Kembali Beroperasi dan Picu Kemarahan Warga Gayo Lues
Dugaan Produksi Ilegal PT Hopson Kian Terang di Tengah Malam, Di Mana Negara Saat Rakyat Resah?
PT Hopson Kembali Jadi Sorotan, Operasional Malam Hari Dinilai Bentuk Pelecehan terhadap Regulasi
PT Hopson Masih Produksi di Tengah Larangan, Rakyat Gayo Lues Pertanyakan Ketegasan Aparat
Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Aceh Copot PLT KPPH VIII Jika Tak Mampu Hentikan Aktivitas Perusahaan
Belum Kantongi Kepastian Izin dan Dokumen, PT Hopson Diduga Tetap Jalankan Produksi Secara Diam-Diam di Gayo Lues
Pembangkangan PT Rosin Kembali Memanas, Aktivitas Produksi Tetap Berjalan Meski Operasional Dibekukan
Kapolda Aceh Kunjungi Polres Gayo Lues dalam Rangka Kunjungan Kerja, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 06:53 WIB

Event Ekonomi Kreatif Pariwisata, Pemkab Karo Apresiasi Penggelaran Sibayak Altitude Run

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:29 WIB

Dorong Kinerja ASN, Pemkab Karo Sosialisasikan Manajemen Talenta

Senin, 11 Mei 2026 - 05:38 WIB

Perkuat Integrasi Data, Wakil Bupati Karo Pimpin Apel Gabungan Program Kerja

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:28 WIB

Stabilitas Fiskal Daerah, Bupati Karo Ikuti Zoom Meeting Penyaluran Hasil Pajak Rokok

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:11 WIB

Tuntaskan Pemeriksaan LKPD-TA 2025, Bupati Karo Sambut Tim BPK RI Perwakilan Sumut

Kamis, 30 April 2026 - 21:00 WIB

Tingkatkan Pembinaan, Bupati Karo Sambut Supervisi Desa Percontohan TP-PKK Sumut

Rabu, 29 April 2026 - 14:48 WIB

Asah Kreativitas Generasi Muda, Pemkab Karo Gelar Festival Lomba Seni dan Sastra

Sabtu, 25 April 2026 - 05:23 WIB

Akselerasi Pembangunan, Bupati Karo Kukuhkan Pengurus Forum Badan Usaha/CSR

Berita Terbaru