Kapoksi Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra Muhammad Rahul Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Polri di Riau, Ini Bukti Nyata Untuk Masyarakat

SUARA PUBLIK NASIONAL

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:16 WIB

50114 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru – Program pembangunan 110 jembatan di Riau dinilai sebagai langkah konkret Polri dalam memperkuat konektivitas desa serta mendorong akses pendidikan dan ekonomi masyarakat.

Kapoksi Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Muhammad Rahul, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang dinilai menghadirkan solusi nyata terhadap kebutuhan dasar warga di wilayah terpencil.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini proyek tersebut telah menunjukkan progres signifikan, di mana dari total 110 jembatan yang dirancang, sebanyak 27 unit telah rampung dan diresmikan, sementara sisanya masih dalam tahap pengerjaan maupun renovasi.

“Ini adalah kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Kita bicara soal anak-anak yang sebelumnya harus mempertaruhkan keselamatan menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah, hari ini mereka punya akses yang lebih aman dan layak.”

“Ini bukan sekadar pembangunan jembatan, ini tentang membangun masa depan,” ujar Rahul kepada wartawan, Rabu (18/3/2026).

Menurut Rahul, keterlibatan Polri dalam pembangunan infrastruktur menunjukkan kepekaan institusi terhadap kondisi sosial masyarakat, meski fungsi utama kepolisian adalah menjaga keamanan dan ketertiban.

Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk transformasi peran Polri yang tidak hanya hadir dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam mendukung pembangunan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dinilai mampu mengimplementasikan arahan Presiden menjadi program nyata dengan dampak luas di daerah.

Selain itu, Kapolda Riau Herry Heryawan turut mendapat penilaian positif karena dinilai cepat dan progresif dalam mengeksekusi program pembangunan jembatan di lapangan.

“Saya melihat ini sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif. Arahan Presiden tidak berhenti di level kebijakan, tetapi langsung diwujudkan dalam bentuk kerja nyata.”

“Kapolri menunjukkan arah yang jelas, dan Kapolda Riau mampu mengeksekusinya dengan baik di lapangan,” katanya.

Rahul juga menyoroti pendekatan humanis dalam proses peresmian jembatan yang melibatkan dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat di sejumlah wilayah seperti Kampar, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang berdiskusi langsung dengan warga dan pelajar setempat.

Ia menilai interaksi tersebut memperkuat kepercayaan publik karena masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para pengambil kebijakan.

“Dialog ini penting, karena masyarakat bisa menyampaikan langsung apa yang mereka rasakan dan harapkan.”

“Ini memperkuat kepercayaan publik bahwa negara benar-benar hadir dan mendengar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rahul berharap program pembangunan jembatan ini dapat terus diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur seperti jembatan memiliki efek berantai terhadap peningkatan kualitas pendidikan, percepatan pertumbuhan ekonomi desa, serta penguatan sumber daya manusia.

“Kalau di Riau saja sudah direncanakan 110 jembatan dan baru tahap awal 27 yang selesai, ini menunjukkan komitmen yang besar.”

“Jika ini dilakukan secara masif di seluruh Indonesia, dampaknya akan sangat luas, terutama dalam memperkuat konektivitas desa, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tutupnya.***

Berita Terkait

Kodam I/BB Perkuat Sinergi dengan Media, Dorong Publikasi Program TNI untuk Masyarakat
HOAKS! Tuduhan Kalapas Kelas I Medan Tak Bertaring dan KPLP Jadi Tameng WBP Alan Dinilai Fitnah Tanpa Bukti
Perketat Pengawasan, Kalapas Pancur Batu Pimpin Langsung Razia Kamar Hunian Warga Binaan
Tanggapi Keluhan Warga Binaan, Kepala Rutan Kelas I Medan Hadir Serap Aspirasi dan Berikan Solusi
Tegaskan Komitmen Zero Halinar, Satopspatnal Ditjenpas Sumut Laksanakan Sidak dan Razia di Rutan Pangkalan Brandan
Asta Cita Presiden Prabowo Jadi Nyata: 50 Kg Jagung Dipanen Petani Kampar Kiri Hilir
Panen Raya Jagung di Kebun SAE, Lapas Kupang Sulap Lahan Batu Karang Jadi Simbol Ketahanan Pangan NTT
Dukung Program Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau 1 Ha Jagung Pipil di Sungai Tengah

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Proyek Balai Desa Berulang, Program Covid 2025 Muncul Lagi, dan Drainase Rp 126 Juta 2022 Dipertanyakan

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Banjir Anggaran Pipanisasi dan Jalan di Desa Tetingi: Dugaan Proyek Fiktif dan Penyelewengan Dana Desa Menguat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Kapolda Aceh Kunjungi Polres Gayo Lues Usai Mendampingi Kunjungan Kerja Wapres RI

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Soroti Tren Belanja E-Purchasing, APH Diminta Awasi Ketat Dinas Pertanian Gayo Lues

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Anggaran Ratusan Juta untuk Perpustakaan Desa Diduga Raib, Mantan Kades Pinang Rugup Tutup Mata

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:12 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sabu, Seorang ASN Diamankan

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:51 WIB

Penggerebekan Selingkuh Kepala Desa di Gayo Lues, Satpol PP Turun Tangan Usai Laporan Warga

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:35 WIB

Digerebek Warga Bersama Seorang Perempuan, Oknum Kepala Desa di Gayo Lues Tuai Kecaman, Publik Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Berita Terbaru