VIRAL! Anak Pejabat Diduga Pamer Kemewahan di Tengah Derita Pascabencana Gayo Lues, Warganet Murka: “Rakyat Susah, Kalian Flexing!

SUARA PUBLIK NASIONAL

- Redaksi

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:17 WIB

5077 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Sebuah unggahan video berdurasi hampir dua menit di akun Facebook dengan nama Cut Bul pada 22 Juli 2026 ramai dibahas pengguna media sosial. Hingga sore hari, video tersebut telah disaksikan lebih dari 10 ribu kali dan menuai ratusan reaksi. Nama Cut Bul pun menjadi perbincangan lantaran isi videonya membongkar ironi sosial di Gayo Lues, Provinsi Aceh, dengan kritikan yang lantang dan tanpa basa-basi kepada perilaku anak pejabat di tengah masyarakat yang masih terpukul akibat bencana.

Dalam rekaman tersebut, Cut Bul membuka dengan ungkapan keprihatinan mendalam. Ia menyoroti belum adanya perubahan infrastruktur berarti di Gayo Lues, bahkan setelah bencana yang menimpa wilayah itu. Salah satu potret memilukan yang ia angkat adalah anak-anak sekolah yang tetap harus menyeberangi sungai menggunakan tali karena jembatan belum diperbaiki. Di sisi lain, Cut Bul memprotes habis-habisan unggahan di media sosial milik anak pejabat yang memamerkan kemewahan hidup—mulai dari urusan kendaraan hingga kelimpahan bahan bakar. Semua dilakukan tanpa memedulikan situasi nyata di lapangan yang penuh keterbatasan.

Dengan suara tegas, Cut Bul menyampaikan kritik bukan atas dasar iri hati, melainkan demi menuntut keadilan dan empati dari pejabat ke rakyat yang telah membayar pajak. Ia menekankan, masyarakat yang berjerih payah menghadapi kesulitan justru melihat pajak mereka dipertontonkan dalam bentuk gaya hidup elite yang dipublikasikan secara terang-terangan. “Bukan soal kemampuan, bukan pula iri. Ini tentang rasa keadilan. Pajak kami bukan untuk flexingan!” ujarnya, menegaskan bahwa desakan untuk menghormati rakyat kecil harus dipahami pejabat dan keluarganya.

Dalam bagian lain video yang viral itu, Cut Bul secara spesifik mengungkapkan kekesalan soal dugaan penimbunan minyak oleh salah satu pejabat. Menurutnya, fenomena tersebut makin menambah lebar jurang antara elite dan warga biasa yang masih berkutat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gaya bicara Cut Bul yang spontan, apa adanya, dan sarat emosi berhasil menyedot simpati sekaligus membangkitkan dukungan warganet. Ia juga mengingatkan, jika praktik-praktik tak layak ini berlanjut, sewaktu-waktu bisa saja berujung pada proses hukum bagi pejabat yang terlibat.

Tak butuh waktu lama, video itu menyebar luas di berbagai media sosial, memicu diskusi hingga di luar Gayo Lues. Banyak masyarakat yang mengaku merasa diwakili suara Cut Bul. Mereka berharap ada perubahan nyata dari pemerintah, terutama terkait perbaikan infrastruktur pascabencana serta penghentian budaya pamer kekayaan oleh keluarga pejabat. Potret kesenjangan sosial yang diungkap dalam video ini semakin mempertebal keprihatinan publik atas lemahnya kepekaan para pejabat terhadap rakyat yang membutuhkan.

Sampai berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari para pejabat yang disebut dalam video Cut Bul tersebut. Ketidakpuasan masyarakat atas kondisi Gayo Lues terus digaungkan, sembari menuntut kehadiran nyata negara di tengah kesulitan hidup yang masih membelenggu mereka. Unggahan Cut Bul pun menjadi simbol keresahan publik, sekaligus pengingat bagi para pemegang kekuasaan bahwa suara rakyat kecil tidak bisa terus-menerus diabaikan, terutama di wilayah yang membutuhkan sentuhan empati dan kebijakan nyata. (*)

Berita Terkait

Penggerebekan Selingkuh Kepala Desa di Gayo Lues, Satpol PP Turun Tangan Usai Laporan Warga
Digerebek Warga Bersama Seorang Perempuan, Oknum Kepala Desa di Gayo Lues Tuai Kecaman, Publik Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Oknum Kepala Desa Kendawi Digerebek Warga Blangtenggulun Bersama Perempuan, Diminta Buktikan Status Nikah di Depan Umum
Bravo! Satresnarkoba Polres Gayo Lues Kembali Cetak Prestasi, Kasus Sabu Berhasil Diungkap
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Tangkap Pengedar Sabu, Amankan 19 Paket Narkotika Seberat 4,34 Gram
Polri Hadir di Tengah Bencana, Warga Dabun Gelang Dapat Pelayanan dan Bantuan Langsung
Brimob Polda Aceh, Tangguh Dan Tulus Mengayomi Masyarakat Gayo Lues
Kasus PT Rosin Naik Babak Baru, Dugaan Pengaburan Bukti Lingkungan Muncul Setelah Limbah Mendadak Menghilang

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:49 WIB

Buka Sosialisasi Desa Binaan Imigrasi, Sekda Tebing Tinggi Minta Lurahv Mampu Deteksi Dini Modus TPPO Dan TPPM

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:00 WIB

Pastikan Tepat Sasaram, Wali Kota Tebing Tinggi Tinjau Penyaluran Bantuan Beras Tahap Pertama

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:37 WIB

Peringatan Hari Jadi KE-109 Kota Tebing Tinggi , Wali Kota Paparkan Capaian Strategis Dalam Paripurna DPRD Hingga Penyerahsn Bantuan Pertanian Di Halaman Balai Kota.

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:31 WIB

Buka Rakerda Kadin 2026, Wali Kota Tebing Tinggi Tekankan Kolaborasi Atasi Tantangan Ekonomi Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:15 WIB

Gelar Nobar Bersama TP PKK, Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatf “Kampung Durian Gak Jadi” Runtuh”

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:04 WIB

Wujudkan Kemudahan Akses Pelayanan Hukum Bagi Masyarakat, Wali Kota Tebing Tinggi Terima Penghargaan Dari Kementrian Hukum RI

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:00 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan Dan Tekan Laju Inflasi: Walikota Tebing Tinggi Pimpin Gerakan Tanam Bawang Merah Di Kelurahan Mekar Sentosa.

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:57 WIB

Akselerasi Tranformasi Digital : Pemko Tebing TinggiI Dan Bank Sumut Siap Luncurkan Qris Dinamis.

Berita Terbaru