Dugaan Mark Up Sistematis di Dinas Pertanian Gayo Lues, Potensi Kerugian Negara Tembus Rp Rp 2,10 Miliar

SUARA PUBLIK NASIONAL

- Redaksi

Sabtu, 7 November 2026 - 21:41 WIB

50397 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES — Pola penggelembungan harga di Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues Tahun Anggaran 2026 bukan lagi dugaan liar. Penelusuran dokumen Rencana Umum Pengadaan di SIRUP LKPP menunjukkan pagu di hampir semua paket dipatok jauh di atas harga pasar wajar, padahal harga wajar itu sudah memperhitungkan PPN, distribusi, dan ongkos kirim ke wilayah pegunungan Gayo Lues.

Total pagu sembilan klaster komoditas mencapai sekitar Rp 8,25 miliar. Harga wajarnya hanya sekitar Rp 6,14 miliar. Artinya, ada selisih sekitar Rp 2,10 miliar atau 25,6 persen yang tidak memiliki dasar utilitas dan berpotensi menjadi kerugian daerah jika kontrak diteken mendekati pagu.

Mark up paling telanjang ada di klaster pupuk. Dari pagu Rp 1,79 miliar, harga wajarnya hanya Rp 897 juta. Selisihnya Rp 898,42 juta, lebih dari separuh pagu. Herbisida menyusul, pagu Rp 1,94 miliar dengan selisih Rp 349,92 juta. Benih padi Rp 1,12 miliar dengan selisih Rp 225 juta. Benih jagung dan saprodi Rp 995,40 juta dengan selisih Rp 162,32 juta. Insektisida Rp 1,02 miliar dengan selisih Rp 153,40 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modusnya sama, harga satuan digelembungkan. Bibit kelapa dipatok Rp 80.000 per batang, padahal wajarnya Rp 50.000, selisih Rp 146,25 juta. Mulsa dipatok Rp 685.000 per roll, padahal wajarnya Rp 595.000, selisih Rp 76,68 juta. Bawang merah dipatok Rp 70.000 per kilogram, padahal wajarnya Rp 45.000, selisih Rp 71,40 juta. Kambing bibit dipatok Rp 1.900.000 per ekor, padahal wajarnya Rp 1.650.000, selisih Rp 25,50 juta. Paling kasat mata, satu paket insektisida padi 250 liter dipatok Rp 350.000 per liter, padahal wajarnya hanya Rp 150.000 per liter, selisih Rp 50 juta atau 57,14 persen, dengan spesifikasi hanya ditulis cairan tanpa bahan aktif.

Ketua LSM Gakorpan Aceh, Iskandar Muda, menegaskan ini bukan salah hitung, melainkan pola sistematis. Ketika hampir semua paket serentak kemahalan, yang patut dicurigai adalah perencanaan dan integritas penyusun harga perkiraan sendiri. Ia mendesak seluruh paket dihentikan sementara, dinegosiasi ulang dengan batas atas harga wajar, dan diaudit APIP serta penegak hukum. Jika dibiarkan, selisih itu akan berubah dari potensi efisiensi menjadi kerugian negara yang nyata.

Hingga kini Dinas Pertanian memilih bungkam. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Gayo Lues, Ridwansyah, S.P., yang dikonfirmasi pada Sabtu, 7 November 2026, belum memberikan tanggapan resmi apa pun terkait dugaan mark up tersebut. (TIM)

Berita Terkait

Tanda IYAN X di Kayu Banjir Pining Bukti Pembalakan Liar, Mabes Polri dan Polda Aceh Dituntut Bongkar Pembekingnya
Banjir Bandang Terjang Pertik Pining Gayo Lues, Warga Minta Pemerintah Pusat dan Provinsi Aceh Segera Turun Tangan
Banjir Bandang Terjang Pertik Pining Gayo Lues Usai Hujan Lebat Sejak Sabtu Sore, 5 Rumah Hanyut dan Warga Panik Menyelamatkan Diri
Pembuatan Sumur Bor TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Berlanjut
Pedagang Kecewa Berat, Diberi Janji Relokasi 5 Hari Namun Lapak Langsung Dibongkar Satpol PP di Gayo Lues
Quick Response Personel Batalyon D Pelopor Bersama Masyarakat Padamkan Kebakaran Rumah di Gayo Lues
Kebakaran Dahsyat Hanguskan 18 Rumah di Telege Jernih Gayo Lues Akibat Rumah Kayu Berderet Rapat, Seorang Petugas Damkar Terjatuh dari Mobil Saat Berjibaku Padamkan Api
Warga Kampung Pepelah Hadiri Wasbang dan Bela Negara di Posko TMMD

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:43 WIB

Gerak Cepat! Kapolres Aceh Timur Pimpin TFG Simulasi Aksi Pengamanan Aspirasi Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:00 WIB

LAKI dan Forum Keuchik Idi Tunong Apresiasi Gerak Cepat Bupati Al-Farlaky Tangani Jalan Idi–Keude Geurobak

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:00 WIB

Polemik Proyek Jalan Aceh Timur: Keterangan Kadis PUPR Berbeda, Media Minta Klarifikasi Terbuka

Berita Terbaru