Jalan Rusak Parah di Ogan Ilir, Truk Patah Gardan hingga Picu Kemacetan

SUARA PUBLIK NASIONAL

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:55 WIB

50166 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR, 31 Maret 2026 — Kondisi jalan berlubang di ruas Tanjung Raja–Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kembali menimbulkan persoalan serius bagi pengguna jalan. Pada Selasa (31/3/2026), sebuah truk bermuatan pupuk kandang mengalami kerusakan berat setelah melintasi jalan yang dipenuhi lubang di depan kawasan PT Perkebunan Karet Beriang, Desa Tanjung Temiang, Kecamatan Tanjung Raja. Gardan truk patah dan roda mengalami kerusakan parah, sehingga kendaraan nyaris terbalik dan harus ditahan menggunakan kayu sembari menunggu bantuan mekanik.

Sopir truk mengungkapkan, insiden bermula ketika kendaraan melintasi tiga lubang besar secara beruntun. Akibat benturan keras, gardan patah dan roda tidak lagi berfungsi. Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga hari, mengingat kerusakan yang cukup parah pada bagian bawah kendaraan. Sementara itu, posisi truk yang melintang di tengah jalan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah kendaraan, terutama truk angkutan barang lainnya, terpaksa mengantre dan melintas secara bergantian dengan tingkat kehati-hatian tinggi untuk menghindari kecelakaan serupa.

Warga sekitar menuturkan, kerusakan jalan provinsi di wilayah tersebut telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun terakhir tanpa adanya perbaikan signifikan. Titik-titik kerusakan terparah ditemukan di sepanjang perbatasan Desa Tanjung Temiang hingga kawasan PTN VII Cinta Manis dan arah Betung, Kecamatan Lubuk Keliat. Lubang-lubang besar dan permukaan jalan yang tidak rata kerap menjadi penyebab kecelakaan, baik bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jalur Tanjung Raja–Muara Kuang merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan sejumlah kecamatan di Ogan Ilir dengan pusat-pusat ekonomi dan distribusi barang di Sumatera Selatan. Kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat. Selain itu, kondisi jalan yang rusak juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari ketika visibilitas terbatas.

Masyarakat setempat mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan tersebut. Mereka menilai, perbaikan jalan tidak bisa lagi ditunda mengingat dampaknya yang luas terhadap aktivitas ekonomi dan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, warga juga meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan dan investigasi terhadap pengelolaan anggaran infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Mereka berharap, upaya perbaikan jalan dapat dilakukan secara transparan dan berkelanjutan, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, truk yang mengalami kerusakan masih berada di lokasi kejadian dan proses evakuasi serta perbaikan terus diupayakan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi masih berjalan lambat dan pengendara diimbau untuk berhati-hati saat melintas di ruas jalan tersebut. Masyarakat berharap, perhatian serius dari pemerintah dapat segera terwujud demi kelancaran dan keselamatan bersama.

Laporan: Pewarta Warga Ogan Ilir

Berita Terkait

Kodam I/BB Perkuat Sinergi dengan Media, Dorong Publikasi Program TNI untuk Masyarakat
HOAKS! Tuduhan Kalapas Kelas I Medan Tak Bertaring dan KPLP Jadi Tameng WBP Alan Dinilai Fitnah Tanpa Bukti
Perketat Pengawasan, Kalapas Pancur Batu Pimpin Langsung Razia Kamar Hunian Warga Binaan
Tanggapi Keluhan Warga Binaan, Kepala Rutan Kelas I Medan Hadir Serap Aspirasi dan Berikan Solusi
Tegaskan Komitmen Zero Halinar, Satopspatnal Ditjenpas Sumut Laksanakan Sidak dan Razia di Rutan Pangkalan Brandan
Asta Cita Presiden Prabowo Jadi Nyata: 50 Kg Jagung Dipanen Petani Kampar Kiri Hilir
Panen Raya Jagung di Kebun SAE, Lapas Kupang Sulap Lahan Batu Karang Jadi Simbol Ketahanan Pangan NTT
Dukung Program Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau 1 Ha Jagung Pipil di Sungai Tengah

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Proyek Balai Desa Berulang, Program Covid 2025 Muncul Lagi, dan Drainase Rp 126 Juta 2022 Dipertanyakan

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Banjir Anggaran Pipanisasi dan Jalan di Desa Tetingi: Dugaan Proyek Fiktif dan Penyelewengan Dana Desa Menguat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Kapolda Aceh Kunjungi Polres Gayo Lues Usai Mendampingi Kunjungan Kerja Wapres RI

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Soroti Tren Belanja E-Purchasing, APH Diminta Awasi Ketat Dinas Pertanian Gayo Lues

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Anggaran Ratusan Juta untuk Perpustakaan Desa Diduga Raib, Mantan Kades Pinang Rugup Tutup Mata

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:12 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sabu, Seorang ASN Diamankan

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:51 WIB

Penggerebekan Selingkuh Kepala Desa di Gayo Lues, Satpol PP Turun Tangan Usai Laporan Warga

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:35 WIB

Digerebek Warga Bersama Seorang Perempuan, Oknum Kepala Desa di Gayo Lues Tuai Kecaman, Publik Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Berita Terbaru