Gerakan Moral Pelajar Bogor: Stop Tawuran, Cerdas Bermedia Sosial, Siap Jaga Kamtibmas

SUARA PUBLIK NASIONAL

- Redaksi

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WIB

5096 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR || Semangat persatuan dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan pendidikan kembali ditunjukkan oleh para alumni dan pelajar STM/SMK se-Kota Bogor melalui Deklarasi Ikatan Alumni dan Pelajar STM/SMK se-Kota Bogor dengan mengusung tema “Mewujudkan Pelajar Cerdas, Berprestasi, Berkarakter dan Peduli Kamtibmas”, Kamis (2/7).

Deklarasi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara alumni, pelajar, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, tertib, serta bebas dari berbagai bentuk kenakalan remaja.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Ikatan Alumni dan Pelajar STM/SMK se-Kota Bogor, Bob Eko Sukarta, melalui keterangannya, Kamis (2/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deklarasi yang diawali dengan pembacaan basmalah, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk menolak secara tegas segala bentuk tawuran, kekerasan, aksi anarkis, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, minuman keras, serta berbagai perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Selain itu, para alumni dan pelajar juga berkomitmen menjunjung tinggi nilai persaudaraan, persatuan, toleransi dan solidaritas antarpelajar tanpa membedakan asal sekolah maupun latar belakang.

Bos menegaskan bahwa, perbedaan bukanlah alasan untuk bermusuhan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan kemajuan Kota Bogor.

Deklarasi ini juga menekankan pentingnya pendidikan, kedisiplinan, prestasi, dan pengembangan kompetensi sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Para pelajar didorong untuk memanfaatkan media sosial secara bijaksana, menolak penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi, maupun konten negatif yang berpotensi mengganggu persatuan dan ketertiban masyarakat.

“Melalui deklarasi tersebut, para peserta juga menyatakan kesiapan untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat, serta siap bersinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, tenaga pendidik, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kota Bogor,” ujarnya.

Ditambahakan Bob Eko Sukarta, deklarasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen moral seluruh alumni dan pelajar untuk menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan.

“Melalui deklarasi ini kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa pelajar harus menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, menjunjung tinggi persaudaraan, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Tawuran, narkoba, bullying dan kekerasan tidak boleh lagi menjadi bagian dari kehidupan pelajar Kota Bogor,” tegasnya.

Dalam seruan bersama, seluruh peserta mengajak pelajar STM/SMK se-Kota Bogor meninggalkan budaya kekerasan dan permusuhan serta menggantinya dengan semangat belajar, berkarya, berprestasi, saling menghormati dan mempererat persaudaraan.

Deklarasi ditutup dengan pembacaan ikrar bersama yang menggema sebagai bentuk komitmen seluruh peserta:

“Kami Bersatu, Kami Berkarya, Kami Berprestasi. Stop Tawuran! Tolak Narkoba! Lawan Bullying dan Kekerasan! Jaga Persaudaraan! Jaga Kamtibmas! Demi Kota Bogor yang Aman, Maju, Bermartabat, dan Indonesia Emas 2045.”

“Melalui deklarasi tersebut, diharapkan lahir gerakan bersama yang berkelanjutan dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat persatuan antarpelajar, serta mewujudkan Kota Bogor yang aman, damai, kondusif dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan budaya pendidikan yang positif menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Red).

Berita Terkait

MK Tak Batalkan Gibran, Jerry Massie: Persoalan Syarat Pendidikan Masih Bisa Bergeser ke DPR dan MPR
Mahkamah Konstitusi dan Ujian Menjaga Independensi Kekuasaan Kehakiman
Napi Sering Kabur, Tapi Kanwilnya Tidak Pernah di Copot, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Usulkan Copot Kepala Kanwil Pemasyarakatan Riau dan Kalapas Pasir Pangaraian
Rawat Ingatan, Tegakkan Keadilan: Rafly Serukan September Hitam Berlangsung Damai
Rawat Ingatan, Tegakkan Keadilan: Rafly Serukan September Hitam Berlangsung Damai
Prof DR Sutan Nasomal : UU Perampasan Aset. Presiden RI Harus Berani Bongkar Kekayaan Tidak Wajar Elit Partai Dan Pejabat Negara
Presidium FRONTAL Jawa Timur, Dorong Penataan Ekosistem Transportasi Online yang Berkeadilan
PERON 26 Dorong Aspirasi Damai, Ajak Driver Online Bersama Jaga Kondusivitas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:12 WIB

MK Tak Batalkan Gibran, Jerry Massie: Persoalan Syarat Pendidikan Masih Bisa Bergeser ke DPR dan MPR

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Mahkamah Konstitusi dan Ujian Menjaga Independensi Kekuasaan Kehakiman

Kamis, 10 September 2026 - 13:29 WIB

Rawat Ingatan, Tegakkan Keadilan: Rafly Serukan September Hitam Berlangsung Damai

Kamis, 10 September 2026 - 13:10 WIB

Rawat Ingatan, Tegakkan Keadilan: Rafly Serukan September Hitam Berlangsung Damai

Rabu, 9 September 2026 - 16:55 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : UU Perampasan Aset. Presiden RI Harus Berani Bongkar Kekayaan Tidak Wajar Elit Partai Dan Pejabat Negara

Rabu, 2 September 2026 - 08:08 WIB

Presidium FRONTAL Jawa Timur, Dorong Penataan Ekosistem Transportasi Online yang Berkeadilan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:15 WIB

PERON 26 Dorong Aspirasi Damai, Ajak Driver Online Bersama Jaga Kondusivitas

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:29 WIB

Prof Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Akan Mewujudkan Harapan Masyarakat Tegaknya Hukum Tanpa Tebang Pilih

Berita Terbaru