suarapubliknasional.com – Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, SP menjenguk para siswa SMK Negeri 1 Merdeka yang menjalani perawatan setelah mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis, tepatnya di Rumah Sakit. Amanda Berastagi, Jumat (18/9/2026)
Dalam kunjungannya, Wakil Bupati didampingi dr. Immanuel Sinuhaji dan Kepala Dinas Komunikasi Informatika Hesti Maria Tarigan memberikan penghiburan, sekaligus menanyakan kondisi para siswa. Beliau juga meminta agar kondisi seluruh pasien terus dipantau dan mendapat perhatian secara menyeluruh selama menjalani perawatan
Berdasarkan data yang dikunjungi, ada sebanyak 29 siswa SMK Negeri 1 Merdeka masih menjalani perawatan, namun sebagian diantaranya sudah tinggal menunggu pulang, kemudian dua orang telah dirujuk ke RSU Adam Malik dan RS Haji Medan
Sementara itu, Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Merdeka Cinta Rakyat, Dodi Manda Sembiring menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya penerima manfaat

“Kami meminta maaf atas kejadian yang terjadi dan akan bertanggung jawab terhadap biaya perawatan ataupun proses penyembuhan para pasien hingga tuntas,”ucapnya
Peristiwa terjadi, Senin (14/9) sekitar pukul 11:00 WIB setelah MBG dibagikan. Penanggung Jawab (PIC) sekolah, Tangsi Bangun melaporkan kepada Ahli Gizi SPPG Karo Merdeka Cinta Rakyat bahwa menu ikan nila sambal ijo yang dibagikan kepada siswa berbau dan terasa asam sehingga dinilai tidak layak untuk dikonsumsi
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak SPPG setelah melakukan pengecekan membenarkan penurunan kualitas pada menu, kemudian seluruh ompreng makanan yang telah maupun belum disantap ditarik dari sekolah.
Sekitar pukul 12.29 WIB, Ahli Gizi SPPG mendapat laporan dari pihak sekolah bahwa sejumlah siswa mengalami keluhan berupa kebas pada bagian mulut serta gatal-gatal pada tangan dan kaki. Keluhan dialami oleh sejumlah siswa lainnya.
Para siswa yang mengalami gejala dibawa ke Puskesmas pembantu Desa Semangat untuk mendapatkan penanganan awal, dikarenakan keterbatasan tenaga medis dan obat-obatan, dievakuasi ke RS Amanda Berastagi
Pemerintah Kabupaten Karo bersama pihak terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa serta penanganan atas insiden yang terjadi. (Sbr)


































