Soroti Tren Belanja E-Purchasing, APH Diminta Awasi Ketat Dinas Pertanian Gayo Lues

SUARA PUBLIK NASIONAL

- Redaksi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:36 WIB

5047 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLANGKEJEREN (4/8/2026)– Tren pengadaan barang dan jasa menggunakan metode E-Purchasing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Salah satu instansi yang mendapat perhatian serius adalah Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues.

Penggunaan sistem belanja digital tersebut disinyalir rawan disalahgunakan dan diduga hanya menjadi modus oknum tertentu untuk meraup keuntungan pribadi.Kondisi ini memicu desakan dari berbagai elemen masyarakat agar Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kejaksaan Negeri maupun Kepolisian setempat, segera turun tangan melakukan pengawasan secara ketat.

Menurut penilaian sejumlah pihak, sistem E-Purchasing atau E-Katalog yang sejatinya diciptakan untuk transparansi, justru kerap dijadikan tameng administrasi oleh oknum dinas. Muncul kekhawatiran bahwa proses pemilihan penyedia barang telah diatur secara sepihak di balik layar melalui kesepakatan informal atau kicking back.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sistemnya memang digital, tetapi penentuan vendor dan negosiasi harga di dalam sistem tersebut sangat rawan rekayasa. Jangan sampai ini hanya akal-akalan pihak dinas terkait untuk melegalkan praktik mencari keuntungan di luar ketentuan hukum,” ujar seorang pengamat tata kelola pemerintahan daerah di Gayo Lues.

Selain masalah penunjukan vendor, publik juga mendesak APH untuk memeriksa kesesuaian harga barang (mark-up) serta kualitas fisik komoditas atau bantuan yang disalurkan kepada masyarakat.

Sektor pertanian merupakan pilar krusial bagi hajat hidup masyarakat Gayo Lues, sehingga penyimpangan anggaran sekecil apa pun akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap APH tidak pasif dan segera melakukan langkah preventif guna memeriksa komitmen transparansi serta akuntabilitas seluruh paket pengadaan berbasis E-Purchasing yang berjalan di Dinas Pertanian Gayo Lues agar kerugian keuangan daerah dapat dihindari. (Red)

Berita Terkait

Proyek Balai Desa Berulang, Program Covid 2025 Muncul Lagi, dan Drainase Rp 126 Juta 2022 Dipertanyakan
Banjir Anggaran Pipanisasi dan Jalan di Desa Tetingi: Dugaan Proyek Fiktif dan Penyelewengan Dana Desa Menguat
Kapolda Aceh Kunjungi Polres Gayo Lues Usai Mendampingi Kunjungan Kerja Wapres RI
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Gerebek Rumah Terduga Tempat Penyalahgunaan Narkoba, Satu Pelaku Diamankan
Anggaran Ratusan Juta untuk Perpustakaan Desa Diduga Raib, Mantan Kades Pinang Rugup Tutup Mata
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika Sabu, Seorang ASN Diamankan
Penggerebekan Selingkuh Kepala Desa di Gayo Lues, Satpol PP Turun Tangan Usai Laporan Warga
Digerebek Warga Bersama Seorang Perempuan, Oknum Kepala Desa di Gayo Lues Tuai Kecaman, Publik Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:59 WIB

Kepala BNN dan Jajaran Di Apresiasi, Ringkus Gembong Narkoba Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Aktivis Nasional Kombes Reza Chairul Sosok Tepat Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Usai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI Disorot

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Usai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI Disorot

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:22 WIB

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal: Sertifikasi Wartawan Tidak Terbatas UKW, BNSP Diakui Negara

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:40 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau Semua Organisasi Pers Melaksanakan Sertifikasi Profesi Wartawan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:16 WIB

FPII Kecam Keras Pelabelan “Londo Ireng, Kasihhati : Itu Serangan Terbuka Terhadap Martabat Insan Pers Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:47 WIB

Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden

Berita Terbaru